Media Implementasi Jaringan

 Penyusun : Ahmad Suyuti S


 MEDIA IMPLEMENTASI JARINGAN

Perangkat keras (Hardware) yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan komputer yaitu, Komputer, kabel, Card Network, Hub, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan koneksi jaringan seperti: Printer, CDROM, Scanner, Bridges, Router dan lainnya yang dibutuhkan untuk process transformasi data didalam jaringan. Berikut beberapa media jaringan yang biasa di gunakan di dalam membangun sebuah jaringan.


JENIS JENIS MEDIA IMPLEMENTASI

Kabel twisted pair dapat dibagi menjadi dua macam yaitu shielded yang memiliki selubung pembungkus dan unshielded yang tidak mempunyai selubung pembungkus. Kabel ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
  • merupakan sepasang kabel yang di-twist satu sama lain dengan tujuan untuk mengurangi interferensi listrik.
  • dapat terdiri dari dua, empat, atau lebih pasangan kabel
  • ada dua jenis kabel twisted pair yaitu UTP (unshielded twisted pair) dan STP (shielded twisted pair)
  • dapat melewatkan signal sampai 10-100 mbps
  • hanya dapat menangani satu channel data (baseband)
  • koneksi pada twisted pair biasanya menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45
  • STP lebih tahan interferensi daripada UTP dan dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi sampai 100 mbps, namun lebih sulit ditangani secara fisik


Gambar Kabel UTP

Kabel Koaksial

Kabel ini mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
  • paling populer digunakan pada Local Area Network (LAN)
  • memiliki bandwidth yang lebar, sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband (multiple channel)
  • ada bermacam-macam jenis kabel coax seperti kabel TV, thick, ARCnet, dan thin coax.
  • thick coaxial  dikenal dengan nama 10Base5, biasanya digunakan untuk kabel backbone pada instalasi jaringan ethernet antar gedung. Kabel ini sulit ditangani secera fisik karena tidak flexibel dan berat, namun dapat menjangkau jarak 500 m bahkan 2500 m dengan repeater.
  • thin coaxial lebih dikenal dengan nama RG-58, cheapernet, 10Base2, dan thinnet, biasanya digunakan untuk jaringan antar workstation. Dapat digunakan untuk implementasi topologi bus dan ring karena mudah ditangani secara fisik

Gambar Kabel kaksial thick atau thick ethernet

Fiber Optic

  • Mahal
  • Bandwidth lebar
  • hampir tidak ada resistansi dan loss
  • tidak bisa di-tap di tengah
  • tidak terganggu oleh cuaca dan panas
  • merupakan salah satu kabel utama di masa depan

Gambar Fiber Optik

    Wireless
    • instalasi mudah dilakukan
    • setiap workstation berhubungan dengan hub atau cosentrator melalui gelombang radio atau infra merah

    Komponen Jaringan Ethernet

    Sampai saat ini Ethernet menggunakan media kabel thin coax, thick coax, fiber optic, dan UTP dengan jumlah node maximum 1024.

    Pada instalasi jaringan yang luas, biasanya antar gedung:
    • biasanya digunakan kabel fiber optic atau thick coax sebagai backbones. Kabel Backbones ini berfungsi sebagai bus segment linier dengan  panjang maximum 500 m, dan 2500 m jika menggunakan repeater, dimana satu segment dapat dihubungkan dengan 100 node.
    • komputer dihubungkan ke backbones dengan manggunakan drop cable, melalui sebuah transceiver.


    Gambar  Thick coax sebagai backbone pada jaringan thick-ethernet


    Untuk instalasi yang lebih kecil, biasanya dalam satu gedung:
    • digunakan kabel thin coax atau UTP.
    • jarak maximum satu segment kabel thin coax adalah 185 m - 300 m dan 100 node per segment
    • kabel UTP digunakan dengan topologi star, dan memerlukan sebuah hub atau consentrator yang diletakkan di tengah-tengah topologi star.

    Gambar Implementasi ethernet dengan  thin-coax

    Instalasi Kabel


    Instalasi Kabel Ethernet

    Kabel thin-ethernet dibuat dengan  kabel coax RG-58. Panjang minimal satu segment adalah 18 inchi. Pada kedua ujung kabel ini dipasangi konektor BNC. Dibutuhkan juga konektor T BNC. Kedua ujung segment kabel harus dipasangi BNC Terminator.

    Instalasi Kabel Thin-Ethernet

    • satu segmen terdiri dari:
    • kabel koaksial RG-58
    • sepasang konektor BNC
    • untuk menghubungkan sebuah node digunakan BNC T
    • satu segmen harus diakhiri dengan terminator BNC
    • panjang minimum 18 inchi

    Gambar  Contoh segment kabel thin coax

    Instalasi Kabel Thick-Ethernet

    • satu segmen terdiri dari:
    • kabel koaksial RG-8
    • sepasang konektor BNC
    • untuk menghubungkan sebuah node digunakan transceiver dan drop cable melalui konektor DB 15
    • satu segmen harus diakhiri dengan terminator


    Gambar segmen kabel thick-coax

    Instalasi Kabel Star-Ethernet

    • satu segmen terdiri dari:
    • kabel UTP
    • sepasang konektor RJ-45 atau RJ-11
    • tidak ada persilangan antar kaki-kaki konektor
    Kabel UTP yang digunakan adalah  24 AWG. Dibutuhkan juga konektor RJ-45 dan RJ-45 crimp tool untuk memasangkan kabel ke konektornya.  Untuk topologi star dibutuhkan juga consentrator yang berfungsi sebagai pusat perkabelan dan meneruskan paket-paket ethernet ke tujuan yang benar.


    Pada kabel UTP biasa terdapat 8 kabel yang berwarna-warni. Pada kecepatan transfer yang  berbeda maka susunan warna kabel UTP sebaiknya memakai aturan yang standart.

    Untuk kabel yang digunakan pada kecepatan transfer data 10Mbps maka susunan kabelnya bebas, asalkan selang-seling antara satu warna dengan warna putih pasangannya. Selain itu agar kabel bisa konek , kedua ujung kabel yang sudah dipasang konektor bila disejajarkan  urutan kabelnya harus sama.

    Sedangkan untuk kabel yang digunakan pada kecepatan transfer data 100Mbps, susunan kabel digambarkan pada job sheet.


    Gambar   Kabel UTP dan konektornya

    Menghubungkan PC ke Jaringan Ethernet

    Setiap PC dihubungkan ke jaringan ethernet dengan perantaraan Network Interface Card (NIC) yang cocok untuk digunakan dengan kabel coax, twisted pair, atau fiber-optic.

    Gambar Network Interface Card dan jumper-jumpernya
    Agar dapat digunakan, semua NIC harus memiliki device driver untuk setiap sistem operasi. Device driver ini dapat diperoleh dari pembuat operating sistem maupun dari pembuat NIC itu sendiri.


    MENGENAL MEDIA IMPLEMENTASI JARINGAN

    “Kabel Coaxial dapat didefinisikan sebagai sarana penyalir atau pengalir hantar (transmitter) yang bertugas menyalurkan setiap informasi yang telah diubah menjadi sinyal–sinyal listrik.”

    Sementara definisi kabel Coaxial jika dipandang dari segi dunia jaringan komputer, dapat disimpulkan sebagai berikut :

    “Kabel jaringan Coaxial yakni suatu jenis kabel yang diperuntukkan sebagai media transmisi terarah (guieded/wireline) guna kepentingan perpindahan arus data dalam dunia jaringan komputer.”



    Dari gambar tersebut dapat dilihat jika kabel Coaxial terdiri dari :
    Kabel tembaga (centre core)
    Kabel tembaga (centre core) yang terletak di tengah-tengah ini berfungsi sebagai media konduktor listrik.
    Lapisan plastik (dielectric insulator)
    Lapisan plastik (dielectric insulator) ini berfungsi sebagai pemisah antara kabel tembaga dan lapisan metal (metallic shield) yang melingkupinya.
    Lapisan metal (metallic shield)

    Lapisan metal (metallic shield) ini berfungsi sebagai pelindung terhadap gangguan interferensi elektromagnetik yang berasal dari sekeliling kabel.
    Lapisan plastik (plastic jacket)
    Lapisan plastik (plastic jacket) ini berfungsi sebagai pelindung bagian terluar dari kabel itu sendiri.

    Karakteristik kabel jaringan Coaxial secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut

         Kecepatan dan keluaran transmisi data 10 – 100 MBps.
         Biaya rata-rata per node murah.
         Media dan ukuran konektor medium (tidak terlalu kecil tapi juga tidak terlalu besar).
         Panjang kabel maksimal yang diizinkan yakni 500 meter (cukup panjang).

    Jenis-jenis Kabel koaksial 



    Jenis-jenis kabel Coaxial yang dikenal secara umum terdiri dari 2 tipe, yaitu Thick Coaxial Cable (kabel Coaxial tebal) dan Thin Coaxial Cable (kabel Coaxial tipis). Berikut ini penjelasan lengkapnya

          Thick Coaxial Cable (kabel Coaxial tebal)


    Kabel Coaxial yang tebal ini dikenal sebagai Thicknet 10Base5 yang membawa sinyal Ethernet. Angka ‘5’ pada nama 10Base5 ini mengacu pada panjang segmen maksimal yang mampu diraih kabel Coaxial jenis ini yaitu 500 meter. Jenis kabel Coaxial yang satu ini memiliki ukuran yang bervariasi dan diameter yang lumayan besar dengan rata-rata sekitar 10mm. Jenis kabel Coaxial yang tebal ini juga sangat popular untuk LAN, karena memiliki bandwith yang lebar sehingga memungkinkan komunikasi broadband (multiple channel).

           Thin Coaxial Cable (kabel Coaxial tipis)



    Kabel Coaxial yang tipis ini dikenal sebagai Thinnet 10Base2 yang membawa sinyal Ethernet. Angka ‘2’ pada nama 10Base2 ini mengacu pada panjang untuk segmen maksimal yang mampu diraih kabel Coaxial jenis ini yaitu 200 meter. Umumnya kabel Coaxial yang tipis ini lebih sering ditemukan pada jaringan komputer yang ada di sekolah-sekolah.

    Kelebihan Kabel Jaringan Coaxial :

    • Kabel jaringan Coaxial memiliki tingkat keandalan yang tinggi dalam proses transmisi meskipun terbatas dari segi jangkauan.
    • Penguatannya dari repeater tidak perlu sebesar kabel Twisted Pair.
    • Kabel jaringan Coaxial lebih murah dari kabel Fiber Optic.
    • Teknologi yang dianut kabel jaringan Coaxial sudah sangat umum alias tidak asing lagi karena sudah digunakan selama puluhan tahun untuk berbagai jenis komunikasi data.
    • Kabel jaringan Coaxial mempunyai kemampuan dalam menyalurkan sinyal–sinyal listrik yang lebih besar dibandingkan saluran transmisi dari kawat biasa.
    • Kabel jaringan Coaxial memiliki ketahanan arus yang semakin kecil pada frekuensi yang lebih tinggi.
    • Meskipun instalasi kabel jaringan Coaxial terbilang rumit, namun kabel jaringan Coaxial sangat peka terhadap isyarat.
    • Kabel jaringan Coaxial bisa menampung pengkabelan yang lebih panjang di antara jaringan dengan perangkat-perangkat lain dibandingkan kabel Twisted Pair.


    Kekurangan Kabel Jaringan Coaxial :

    • Kabel jaringan Coaxial perlu dipasang dengan teliti dan cenderung rumit, terutama dalam hal mempertimbangkan ukurannya.
    • Biaya pemeliharaan kabel jaringan Coaxial relatif mahal sehingga berat di ongkos.
    • Lebar bidang frekuensi dalam kabel jaringan Coaxial hanya terbatas oleh gain (pengerasan) yang dikehendaki, yang diperlukan untuk mempertahankan mutu sinyal yang baik.
    • Jangkauan transmisi kabel jaringan Coaxial terbatas, sehingga dalam suatu jarak tertentu maka transmisi sinyal–sinyal elektromagnetik harus diangkat dengan serangkaian repeater yang terbuat dari tabung elektron pada jalur tersebut agar penyampaian komunikasi terjalin lebih baik.
    • Kabel jaringan Coaxial sangat rentan terhadap perubahan variasi temperatur yang terjadi dalam kabel.

    Pengertian Wireles Dan Manfaatnya

    Wireless ialah melakukan sesuatu kegiatan yang berhubungan dengan telekomunikasi yang biasanya menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti media kabel atau biasa disebut tanpa kabel

    Manfaatnya :
    - Nyaman digunakan karena untuk memudahkan akses nirkabel mencari jaringan dalam area cakupan
    - Anda dapat secara otomatis terhubung ke jaringan dalam area tertentu dengan cepat
    - Menawarkan mobilitas yang lebih besar
    - Biaya yang lebih efektif
    - Lebih fleksibel karena anda tidak perlu menyiapkan kabel dan connect ethernet

    Berikut ini kelebihan & kekurangan wireless

    Kelebihan Wireless, sebagai mana di bawah ini :

    1. Pembagunan jaringan yang cepat.
    2. Mudah dan murah untuk direlokasi.
    3. Biaya pemeliharaannya murah.
    4. Infrastruktur berdimensi kecil.
    5. Mudah untuk dikembangkan.
    6. Sumber-sumber file bisa pindahkan dengan mudah tanpa menggunakan media kabel.
    7. Mudah sekali untuk di-setup, dan juga handal sehingga cocok untuk pemakaian di kantor maupun di rumah.

    Kekurangan wireless, dimana ada kelebihan tentunya pasti ada kekurangannya, antara lain :

    1. Keamanan atau kerahasiaan data data rentan.
    2. Interferensi gelombang radio.
    3. Delay (kelambatan) yang besar.
    4. Biaya peralatan rata-rata mahal.
    5. Produk dari produsen yang berbeda-beda kadang tidak kompatibel/cocok.
    6. Kualitas sinyalnya dipengaruhi oleh keadaan udara maupun cuaca, artinya kualitas dari koneksinya saat cuaca bagus akan berbeda, saat kualitas koneksi cuaca buruk (kalau dipakai diluar gedung/ruangan) dan dipengaruhi juga oleh batas-batas dinding gedung atau ruangan.
    7. Mahal dalam investasinya, kalau dibanding dengan menggunakan media kabel.
    8. Kemungkinan penyadapan koneksinya lebih besar terjadi, jika dibandingkan dengan menggunakan media kabel.

    Perinsip kerja wireless

    Cara kerja wireless ini disebabkan karena komputer mempunyaii built transreceiver seperti wakly-talky. Transreceiver yang disebut dengan adapter wireless. Adaptor wireless melakukan sejumlah pekerjaan. Yang pertama, mendeteksi apakah terdapat jaringan wireless disekitar komputer melalui radio dan  juga tuning menghubungkan penerima untuk mendeteksi setiap ada sinyal yang masuk. Setelah ada sinyal terdeteksi, untuk menghubungkannya yaitu melalui sign dan otentikasi pengguna. Apapun data yang dikirimkan dari komputer atau melalui laptop/notebook diubah melalui adaptor wireless, dari bentuk digital (0s & 1s) menjadi sinyal radio (bentuk analog).

    Yah... jadi itu saja yang bisa saya peroleh informasinya jika memiliki kekurangan atau kesalahan dalam pencantuman tulisan di atas saya meminta maaf sebesar besarnya.terima kasih, semoga bermanfaat 


    Daftar pustaka: 

    ____. 2016. Media implementasi jaringan https://www.jawaracloud.net/2016/02/media-implementasi-jaringan.html Diakses pada tanggal 20 februari 2021 pukul 09:08

    ____. 2016. Mengenal Media Implementasi Jaringan 
    http://vongolastation.blogspot.com/2016/10/mengenal-media-implementasi-jaringan_29.html Diakses pada tanggal 20 februari 2021 pukul 09:18

    ____. 2016. Pengertian wireles dan cara kerjanya lebih lengkap
     http://blog.unnes.ac.id/srirahayu/2016/04/08/pengertian-wireless-dan-cara-kerjanya-lebih-lengkap/
    Diakses pada tanggal 23 februari 2021 pukul 08:48


    Postingan Populer